Kapan Ayat Riba Turun? Pembahasan Tahap Pertama Hingga Mengecam Kegiatan Riba sebagai Haram

Huda Nuri

Kapan Ayat Riba Turun? Pembahasan Tahap Pertama Hingga Mengecam Kegiatan Riba sebagai Haram
Kapan Ayat Riba Turun? Pembahasan Tahap Pertama Hingga Mengecam Kegiatan Riba sebagai Haram

Kapan Ayat Riba Turun?

Tahap Pertama: Tampaknya Ayat Tentang Riba dalam QS. Ar Rum Ayat 39

Riba adalah salah satu kata yang sering kali dijabarkan dalam Alquran. Dalam bahasa Arab, riba memiliki arti keuntungan yang diperoleh dari sebuah transaksi jual-beli dengan cara memindahkan uang dari pihak yang satu ke pihak yang lain. Tidak hanya dalam Alquran, konsep riba juga dipaparkan dalam hadis, yang memperkuat pemahaman kita tentang keburukan dari jenis transaksi ini.

Kita mungkin pernah merenungkan kapan pertama kali ayat tentang riba turun di dalam Alquran. Tahap pertama, Allah menunjukkan sisi negatif dari riba seperti yang tercantum dalam QS. Ar Rum ayat 39.

“Dan apa yang kamu berikan sebagai riba agar berlipat-lipat di dalam harta orang lain, maka pada hakekatnya riba tidaklah bertambah pada sisi Allah. Maka apa yang kamu berikan sebagai sedekah dengan maksud mencari keridhaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipat gandakan (ganjaran)-nya.”

Ayat ini menjelaskan bahayanya riba dan ketidakbermaknaannya di mata Allah. Allah memberikan tahu kita bahwa apa yang kita lakukan dengan riba, tidak akan membawa keuntungan dalam kehidupan akhirat.

Tahap Kedua: Mengecam Kegiatan Riba sebagai Haram

Tahap kedua dalam turunnya ayat tentang riba yaitu ketika Allah mengecam kegiatan riba sebagai perbuatan haram. Ayat ini memberikan penegasan tentang keabsahan dari praktik riba dalam bisnis atau perdagangan.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat keberuntungan. Bertakwalah kepada Allah dan berhentilah (dari mengambil riba) jika kamu orang-orang yang beriman.”

BACA JUGA:   Kontroversi Diskon dalam Perspektif Hukum Islam: Mengapa Diskon Dikategorikan sebagai Riba?

Bahkan, dalam ayat lain di dalam Alquran, Allah membinasakan orang yang masih terus mengambil dan memberikan riba karena baginya memberikan kerugian yang besar bagi kehidupannya di dunia dan akhirat.

Konsekuensi dari Praktik Riba

Banyak orang masih belum mengetahui dengan jelas tentang konsekuensi dari praktik riba. Salah satu konsekuensi dari riba adalah neraka, yang dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 275.

“Orang-orang yang dapat memberikan riba serupa itu tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran tekanan penyakit gila. Keadaan itu disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Oleh sebab itu, barangsiapa telah mendapat larangan dari Tuhannya dan berhenti (dari mengambil riba), maka apa yang telah diambilnya dahulu menjadi hak Allah (tidak ada dosa baginya), dan hukuman (baginya) terserah kepada Allah”

Praktik riba yang terus dilakukan dapat memperpendek kehidupan manusia di dunia dan bahkan sudah diperingatkan bahwa di akhirat, orang yang melakukan riba akan menerima ganjaran pahit.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa riba memang harus dihindari karena sudah jelas-jelas haram dalam Islam. Khalid bin Waleed, seorang sahabat Nabi SAW, menegaskan bahwa satu kesalahan terbesar yang bisa dilakukan di dunia adalah berurusan dengan riba.

Maka, mari kita hindari praktik riba dan menyebarluaskan informasi tentang bahayanya kepada masyarakat agar kita dapat hidup sebagaimana yang diinginkan Allah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya dan dapat membantu masyarakat dalam memahami tentang bahayanya riba dan menghindarinya.

Also Read

Bagikan:

Tags