Membahas Kontroversi Yang Kalah Traktir Apakah Termasuk Judi?

Huda Nuri

Membahas Kontroversi Yang Kalah Traktir Apakah Termasuk Judi?
Membahas Kontroversi Yang Kalah Traktir Apakah Termasuk Judi?

Yang Kalah Traktir Apakah Judi?

Penjelasan Syar’i Tentang Yang Kalah Traktir

Aktivitas yang populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah traktiran atau arisan. Namun, seringkali aktivitas ini menimbulkan pertanyaan apakah termasuk judi atau tidak. Salah satu hal yang sering menjadi perdebatan adalah apakah aktivitas traktiran yang dibayarkan oleh pihak yang kalah termasuk judi atau tidak.

Menurut pengertian syar’i, judi adalah aktivitas yang melibatkan pertaruhan yang memberikan keuntungan bagi satu pihak dan merugikan pihak yang lain. Oleh karena itu, jika uang yang digunakan mentraktir hanya dari pihak yang kalah, sementara pihak yang menang tidak mengeluarkan uang sama sekali, maka aktivitas di atas secara syar’i dibolehkan dan tidak termasuk judi.

Artinya, jika dalam aktivitas traktiran hanya ada satu pihak yang menang dan tidak ada pihak yang rugi, maka hal itu tidak masuk dalam kategori judi. Namun, jika terdapat pihak yang merasa dirugikan atau terpaksa mengeluarkan uang lebih karena kekalahan, maka aktivitas tersebut bisa dianggap sebagai judi.

Perbedaan Traktiran dan Arisan

Selain itu, ada perbedaan antara traktiran dengan arisan. Meskipun sering digunakan secara bergantian, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Traktiran adalah aktivitas di mana seseorang mengambil bagian dalam pembayaran untuk kepentingan tertentu, sedangkan arisan adalah aktivitas di mana seseorang membayar sejumlah uang dan mendapatkan hadiah bergiliran secara acak. Jadi, pada traktiran, seseorang mengetahui apa yang akan didapatkan dengan membayar uang, sedangkan pada arisan hadiahnya bergantung pada keberuntungan.

BACA JUGA:   Kenapa Higgs Domino Dikategorikan sebagai Judi? Klarifikasi Kombes Pol Teddy dan Pelanggaran Terhadap Undang-undang 303 KUH Pidana

Karena perbedaan inilah, traktiran dianggap lebih halal dibandingkan arisan karena aktivitas tersebut lebih transparan dan jelas. Namun, tentu saja, hal ini juga tergantung pada konteks dan cara pelaksanaannya.

Tips Melakukan Aktivitas Traktiran yang Syar’i

Jika ingin melakukan aktivitas traktiran tanpa melanggar aturan syariah Islam, maka ada beberapa tips yang perlu diperhatikan. Berikut adalah tips melaksanakan traktiran yang syar’i:

1. Pastikan tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau terpaksa mengeluarkan uang lebih karena kekalahan.

2. Pastikan aktivitas traktiran dilakukan dengan cara yang transparan dan jelas.

3. Pastikan pihak yang menang tidak memperoleh keuntungan yang berlebihan karena aktivitas traktiran.

4. Hindari melakukan aktivitas traktiran dengan banyak uang atau terlalu sering, karena hal tersebut dapat menimbulkan rasa ketagihan.

5. Jangan melakukan aktivitas traktiran dengan mempertaruhkan barang yang tidak halal, seperti minuman keras atau narkoba.

Dengan memperhatikan tips-tips di atas, maka aktivitas traktiran yang dilakukan dapat dianggap syar’i dan tidak melanggar aturan syari’at Islam.

Kesimpulan

Dalam aktivitas traktiran, yang kalah mentraktir biasanya menjadi pertanyaan apakah termasuk judi atau tidak. Namun, menurut pengertian syar’i, jika uang yang digunakan hanya dari pihak yang kalah dan pihak yang menang tidak mengeluarkan uang sama sekali, maka aktivitas tersebut tidak termasuk judi.

Selain itu, perbedaan antara traktiran dan arisan juga perlu dipahami dengan baik agar aktivitas yang dilakukan sesuai dengan aturan syari’at Islam. Terakhir, dengan memperhatikan tips melaksanakan traktiran yang syar’i, dapat memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan tidak melanggar aturan Islam.

Also Read

Bagikan:

Tags