Menyingkap Fakta Dosa Zina Sebagai Hutang Menurut Imam Syafi’i

Huda Nuri

Menyingkap Fakta Dosa Zina Sebagai Hutang Menurut Imam Syafi’i
Menyingkap Fakta Dosa Zina Sebagai Hutang Menurut Imam Syafi’i

Apa Benar Zina Itu Hutang?

Apakah benar bahwa dosa zina adalah hutang? Pertanyaan ini mungkin pernah muncul dalam benak kita. Menurut Imam Syafi’i, seorang ulama fiqih terkenal, memang benar bahwa zina adalah utang. Sebagaimana disebutkan dalam kitab ‘Imannul Taqwa’ halaman 15, “Sebab ketahuilah oleh kalian bahwa sesungguhnya zina adalah utang. Dan sungguh utang tetaplah utang.”

Tentu saja, pandangan Imam Syafi’i ini didasarkan pada pandangan agama Islam. Namun, jika kita melihat dari perspektif lain, mungkin juga bisa memahami bahwa dosa zina adalah sebuah hutang. Dalam pandangan sosial, dosa zina bisa menimbulkan dampak besar bagi kehidupan seseorang. Oleh karena itu, ada baiknya jika kita memahami bahwa dosa zina bisa dikatakan sebagai hutang.

Jika kita merujuk pada definisi awal, hutang adalah sesuatu yang harus dibayar kembali. Begitupun dengan dosa zina, di mana seseorang harus bertanggung jawab atas perbuatannya di hadapan Tuhan. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Maka dari itu, jika seseorang melakukan dosa zina, ia harus memikul tanggung jawab atas perbuatannya tersebut. Memang benar bahwa dosa zina adalah dosa yang sangat besar dan berdampak buruk bagi diri sendiri, keluarga, bahkan masyarakat sekitarnya.

Bagaimana Cara Membayar Hutang Zina?

Jika zina memang bisa dikatakan sebagai hutang, maka bagaimana cara untuk membayarnya? Pertama-tama, kita harus bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Kita harus melakukan shalat dan membaca Al-Quran sering-sering.

Selain itu, kita juga harus memperbaiki diri dan menjauhi perbuatan zina. Kita harus berusaha keras untuk menghindari kesempatan dan situasi yang bisa memicu terjadinya zina. Kita harus belajar untuk mengendalikan nafsu dan menghormati diri sendiri serta orang lain.

BACA JUGA:   Hutang Lancar di Laporan Keuangan

Jika kita merasa kesulitan dan terus merasa bersalah atas perbuatan zina yang telah kita lakukan, maka kita bisa mencari bantuan dari ahli agama atau psikolog. Mereka akan membantu kita untuk memperbaiki diri dan memulihkan diri dari dampak buruk dosa zina.

Kesimpulan

Dalam Islam, dosa zina memang bisa dikatakan sebagai hutang. Namun, jika kita melihat dari perspektif sosial, dosa zina juga bisa dikatakan sebagai hutang karena dampak buruknya yang sangat besar bagi diri sendiri, keluarga, bahkan masyarakat sekitarnya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bahayanya dan berusaha untuk menghindari perbuatan zina. Jika kita pernah melakukan zina, kita harus bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Kita harus memperbaiki diri dan menjauhi perbuatan zina agar kelak tidak menimbulkan hutang di masa depan.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Also Read

Bagikan:

Tags