Orang yang Boleh Meninggalkan Puasa Ramadan dan Cara Menggantinya

Huda Nuri

Puasa adalah salah satu amalan terpenting dalam agama Islam yang dijalankan selama bulan Ramadan. Selama bulan ini, umat muslim berpuasa dari fajar hingga maghrib, menahan diri dari makanan, minuman dan kegiatan seksual. Namun, ada beberapa orang yang tidak diperkenankan untuk berpuasa karena kondisi kesehatan mereka atau situasi lain yang memungkinkan mereka untuk tidak berpuasa. Artikel ini akan membahas orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadan dan cara menggantinya.

Siapa yang Diperbolehkan Meninggalkan Puasa Ramadan?

  1. Wanita Hamil dan Menyusui

Wanita hamil dan menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa Ramadan jika mereka merasa bahwa puasa akan membahayakan kesehatan mereka atau bayi mereka. Namun, mereka harus mengganti hari-hari puasa yang mereka lewati di kemudian hari jika mereka mampu.

  1. Orang Sakit

Orang yang sakit yang membutuhkan perawatan medis yang cukup atau yang merasa bahwa puasa akan membahayakan kesehatan mereka, diizinkan untuk tidak berpuasa. Mereka harus mengganti hari-hari puasa yang mereka lewati di kemudian hari jika mereka mampu.

  1. Orang yang sedang dalam Perjalanan

Orang yang sedang melakukan perjalanan jauh diperbolehkan untuk tidak berpuasa selama perjalanan, terlepas dari apakah mereka merasa sakit atau tidak. Namun, mereka harus mengganti hari-hari puasa yang mereka lewati di kemudian hari jika mereka mampu.

  1. Orang yang Sedang Menstruasi

Wanita yang sedang mengalami menstruasi dilarang berpuasa. Mereka dapat menggantinya di kemudian hari setelah mereka selesai menstruasi.

  1. Orang yang sedang Berpuasa Ramadhan dan Kondisi Kesehatannya Memburuk

Jika seseorang yang sedang berpuasa merasa kondisi kesehatannya memburuk selama berpuasa, ia diperbolehkan untuk tidak melanjutkan puasanya dan menggantinya di kemudian hari jika mereka mampu.

BACA JUGA:   Cara Hijrah dari Kpop

Bagaimana Cara Mengganti Puasa?

Setiap orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa harus mengganti hari-hari puasa mereka di kemudian hari, setelah bulan Ramadan berakhir. Cara terbaik untuk mengganti puasa adalah dengan berpuasa pada hari-hari yang diluar bulan Ramadan, terutama ketika kondisi kesehatan memungkinkan. Bagi mereka yang tidak mampu untuk berpuasa di hari-hari ini, mereka dapat memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan sebanyak satu hari puasa yang mereka lewatkan.

Kesimpulan

Puasa Ramadan adalah salah satu amalan terpenting dalam agama Islam, namun ada beberapa orang yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa karena situasi kesehatan mereka atau situasi lainnya. Wanita hamil dan menyusui, orang sakit, orang dalam perjalanan, wanita yang sedang menstruasi, dan orang yang sedang berpuasa dan kesehatannya memburuk adalah beberapa contoh orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Namun, mereka harus mengganti hari-hari puasa yang mereka lewati di kemudian hari jika mereka mampu. Mengganti puasa pada hari-hari di luar bulan Ramadan merupakan cara yang tepat untuk mengganti puasa.

Also Read

Bagikan: