Pentingnya Larangan Minuman Keras Dalam Islam

Huda Nuri

Pentingnya Larangan Minuman Keras Dalam Islam
Pentingnya Larangan Minuman Keras Dalam Islam

Ketika membahas tentang islam, kita selalu dibimbing dengan ajaran-ajaran yang berhubungan dengan ketaatan kepada Allah SWT. Seperti halnya larangan minuman keras dalam islam, yang secara tegas diatur dalam Al-Quran dan Hadis Nabi. Terkait dengan hal ini, kita harus memahami secara tuntas akan kepentingan adanya larangan minuman keras dalam islam.

Definisi Minuman Keras

Minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol dalam kadar tinggi, yang dapat merusak kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kandungan alkohol yang berlebihan dapat mempengaruhi sistem saraf, mengganggu panca indera, dan merusak organ tubuh. Di beberapa negara, minuman keras legal dan dijual di toko-toko, namun di pada islam, minuman keras diharamkan dan dianggap sebagai hal yang buruk.

Hukum Minum Minuman Keras Menurut Islam

Larangan minuman keras dalam islam tidak hanya berdasarkan pada pandangan moral dan etika, tapi juga karena memberikan dampak negatif pada tubuh dan akal. Dalam Al-Quran ditegaskan: "Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, berkorban untuk berhala (sesembahan lain), mengundi nasib dengan anak panah, adalah termasuk perbuatan keji termasuk dosa besar, sebab di balik perbuatan itu terdapat manfaat dan bahaya bagi umat manusia. Manfaatnya lebih sedikit dari bahayanya." (al-Maidah:90)

Hukum minum minuman keras dalam islam adalah haram. Ada dua hal yang menjadi dasar hukum minum minuman keras dalam islam, yaitu pada Al-Quran dan Hadis Nabi. Dalam Al-Quran, Allah SWT telah mengharamkan minuman keras dalam beberapa ayat seperti yang sudah disebutkan di atas. Selain itu, juga dijelaskan dalam Hadis Nabi, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Jangan kalian minum minuman keras, karena minuman keras adalah penyebab segala kejahatan."

BACA JUGA:   Larangan LGBT dalam Islam

Dampak Minuman Keras bagi Kesehatan

Minuman keras tidak hanya membawa dampak buruk bagi psikologis dan moral individu, tapi juga mempengaruhi kondisi fisik. Jangka pendek, konsumsi minuman keras bisa menyebabkan keracunan alkohol, seperti gangguan pada sistem saraf, koordinasi motorik yang buruk, gangguan pencernaan, dan bahkan kematian. Sedangkan jangka panjang, minuman keras bisa menyebabkan kerusakan hati, sirosis hati, kerusakan ginjal, dan meningkatkan risiko kanker.

Sosial dan Psikologis Negatif dari Minuman Keras

Bukan hanya dampak kesehatan, namun konsumsi minuman keras juga membawa dampak psikologis dan sosial yang negatif. Konsumsi minuman keras sering dihubungkan dengan masalah kekerasan berat, pelecehan seksual, dan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, bisa juga menyebabkan masalah dengan interaksi sosial, seperti kehilangan pekerjaan, masalah keuangan, dan masalah dengan keluarga.

Kesimpulan

Dalam islam, minuman keras diharamkan karena adanya dampak buruk pada kesehatan dan dampak negatif pada sisi moral dan etika. Kita sebagai umat muslim dituntut untuk mengikuti ajaran-ajaran agama yang merupakan petunjuk hidup sehat dan benar. Oleh karena itu, mari kita jauhi minuman keras dan berusaha menjalani hidup sehat, baik fisik maupun psikologis, dan memenuhi tuntutan syariat bagi umat muslim.

Also Read

Bagikan: