Ribuan Pentingnya Memahami Bahwa Semua Riba Itu Haram Menurut Islam

Huda Nuri

Ribuan Pentingnya Memahami Bahwa Semua Riba Itu Haram Menurut Islam
Ribuan Pentingnya Memahami Bahwa Semua Riba Itu Haram Menurut Islam

Apakah semua riba itu haram?

Mengenal Definisi Riba

Sebagian orang mungkin sudah terbiasa dengan istilah riba, namun tidak sedikit juga yang masih bingung tentang definisi sebenarnya. Riba dapat diartikan sebagai penambahan yang terjadi pada hutang yang dikenakan pada peminjam. Secara sederhana, riba berarti mendapatkan keuntungan yang tidak wajar dari suatu transaksi. Hukum riba dalam Islam sangatlah jelas dan diharamkan secara tegas dalam kitab suci Al-Quran.

Praktik Riba yang Diharamkan

Praktik riba terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya riba jahiliyah, riba bank, dan riba kontemporer. Riba jahiliyah terjadi ketika seorang peminjam memberikan penambahan kepada pemberi hutang sebagai bentuk imbalan atas waktu yang telah disepakati. Sedangkan riba bank adalah praktik riba yang sering terjadi di bank. Ketika seseorang mengajukan pinjaman ke bank, maka bank akan menetapkan bunga yang harus dibayarkan oleh peminjam. Bunga tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Akibatnya, jumlah hutang yang harus dibayar peminjam akan semakin besar.

Riba kontemporer, atau yang lebih dikenal dengan istilah riba modern, adalah bentuk riba yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh dari riba kontemporer adalah riba kartu kredit dan riba pada pinjaman online. Dalam riba kartu kredit, seseorang akan dikenakan bunga atau biaya tambahan apabila melakukan keterlambatan membayar tagihan. Sedangkan riba pada pinjaman online adalah praktik dimana seseorang mengajukan pinjaman melalui aplikasi tanpa persetujuan Allah SWT.

Hukum Riba Menurut Al-Quran

Allah SWT secara tegas mengharamkan praktik riba. Seperti firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah : “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al Baqarah: 275). Dalam qs Al-Imran (3 ayat 130) juga disebutkan bahwa orang yang terlibat dalam riba termasuk orang yang mendzalimi diri sendiri dan menjadikan dirinya sebagai musuh Allah.

BACA JUGA:   Uang Elektronik Boleh Digunakan Oleh Muslim: Menjawab Keraguan Tentang Riba

Dampak Praktik Riba

Praktik riba tidak hanya berdampak buruk pada keuangan seseorang, namun juga dapat merusak hubungan sosial. Misalnya, ketika seseorang meminjam uang dari orang lain namun tidak mengembalikan pinjaman sesuai dengan kesepakatan, maka akan timbul ketegangan antara pemberi pinjaman dan peminjam. Selain itu, praktik riba dapat membuat seseorang menjadi terlilit hutang yang semakin menumpuk. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan psikologis yang berat dan bahkan menyebabkan depresi.

Islam dan Kehidupan Ekonomi

Islam menempatkan keuangan sebagai salah satu aspek yang penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, aturan-aturan yang dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadits berkaitan dengan transaksi keuangan sangat diperhatikan dan tidak boleh diabaikan. Dalam pandangan Islam, transaksi keuangan harus dilakukan dengan jujur dan adil serta tidak merugikan salah satu pihak.

Kunci utama dalam transaksi keuangan yang halal adalah dengan tidak terlibat dalam praktik riba. Allah SWT sangat menekankan pentingnya menjauhi riba dalam setiap transaksi keuangan yang dilakukan. Selain itu, Islam juga mengajarkan umatnya untuk berkebun, mengolah tanah, dan menjual hasil produksi dengan harga yang adil.

Kesimpulan

Secara singkat, praktik riba sama sekali tidak diperbolehkan dalam Islam. Allah SWT sendiri yang melarang praktik ini dan menghukum keras bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya. Selain itu, praktik riba juga dapat berdampak negatif pada kehidupan sosial dan psikologis seseorang. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menghindari praktik riba dan memilih transaksi keuangan yang halal dan adil dalam kehidupan sehari-hari.

Also Read

Bagikan:

Tags