Bayar Hutang Puasa dengan Fidyah: Kenapa dan Bagaimana Melakukannya

Dina Yonada

Hari ini kita akan membahas tentang bayar hutang puasa dengan fidyah. Mungkin sebagian dari kita pernah mengalami situasi di mana kita tidak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadhan, entah karena sakit atau alasan lain. Namun, ketika kita sudah sembuh atau situasi yang menghalangi kita telah berlalu, kita tetap memiliki hutang puasa yang harus dibayar.

Nah, bagaimana caranya membayar hutang puasa tersebut? Apakah kita harus mengqadha-nya atau bisa menggunakan opsi lain seperti membayar fidyah? Di sini kita akan membahas tentang apa itu fidyah, kapan harus membayar fidyah, dan bagaimana cara melakukannya.

Apa itu Fidyah?

Fidyah adalah bentuk pengganti ibadah puasa bagi mereka yang tidak mampu untuk berpuasa selama Ramadhan. Kita semua tahu bahwa puasa Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilakukan oleh setiap muslim yang telah baligh. Namun, ada beberapa orang yang tidak mampu berpuasa, seperti orang yang sedang sakit atau orang yang sedang dalam masa menyusui.

Bagi orang yang tidak mampu untuk berpuasa selama Ramadhan, ada dua opsi yang bisa diambil: mengqadha atau membayar fidyah. Namun, jika seseorang memiliki kondisi medis yang parah atau kronis seperti diabetes atau penyakit jantung, maka mereka dapat terus membayar fidyah selama hidup mereka.

Kapan Harus Membayar Fidyah?

Membayar fidyah dapat dilakukan ketika seseorang tidak mampu berpuasa sepanjang bulan Ramadhan, baik karena sakit atau alasan lain seperti perjalanan jauh atau sedang dalam masa haid. Selain itu, ada beberapa kondisi medis yang memungkinkan seseorang untuk terus membayar fidyah selama hidup mereka. Misalnya, orang yang menderita penyakit jantung atau diabetes yang dapat memperburuk kondisi mereka jika mereka berpuasa.

BACA JUGA:   Hukum Menunda Bayar Hutang: Apa Itu dan Bagaimana Pengaruhnya?

Namun, ada beberapa kondisi ketika seseorang tidak diwajibkan untuk membayar fidyah meskipun mereka tidak mampu berpuasa. Kondisi ini meliputi penyakit yang bersifat sementara atau ringan, kehamilan, menyusui, dan usia lanjut dengan kondisi kesehatan yang buruk.

Bagaimana Cara Membayar Fidyah?

Jika seseorang memilih untuk membayar fidyah, maka mereka harus membayar untuk setiap hari puasa yang mereka lewatkan dalam bulan Ramadhan. Besarnya fidyah disesuaikan dengan kemampuan finansial seseorang dan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Namun, sebagai patokan umum, besarnya fidyah adalah sekitar dua kilogram makanan pokok seperti beras atau gandum atau setara dengan harga makanan pokok tersebut.

Alamat penerima fidyah harus ditentukan sebelum membayar. Idealnya, fidyah harus disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti fakir miskin dan orang yang tidak mampu.

Kesimpulan

Jadi, bagi mereka yang tidak mampu berpuasa selama bulan Ramadhan, ada dua opsi yang bisa diambil: mengqadha atau membayar fidyah. Namun, jika seseorang memiliki kondisi medis yang parah atau kronis, maka mereka dapat terus membayar fidyah selama hidup mereka. Pembayaran fidyah harus disesuaikan dengan kemampuan finansial seseorang dan kemudian disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Jangan lupa untuk selalu menjadi muslim yang baik dan selalu berada di jalan yang diridhai oleh Allah SWT.

Also Read

Bagikan: