Islam Melarang Valentine: Benarkah Begitu?

Dina Yonada

Islam Melarang Valentine: Benarkah Begitu?
Islam Melarang Valentine: Benarkah Begitu?

Apakah benar Islam melarang Valentine? Jawabannya adalah YA. Sebagai seorang muslim, kita harus memahami bahwa Valentine tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kita harus menghindari perayaan itu dan melarangnya.

Valentine adalah hari kasih sayang yang populer di dunia barat. Di hari itu, pasangan merayakan cinta dan kasih sayang mereka terhadap satu sama lain dengan memberi hadiah-hadiah seperti bunga, cokelat, bahkan perhiasan. Saat ini, perayaan Valentine telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Namun, ada banyak alasan mengapa Valentine bertentangan dengan Islam. Pertama-tama, Valentine berasal dari agama Kristen. Pada awalnya, Valentine dirayakan untuk menghormati St. Valentine, seorang martir Kristen yang mengorbankan hidupnya untuk melindungi cinta sesama manusia. Namun, seiring waktu, perayaan tersebut berubah menjadi perayaan yang lebih sekuler, di mana hanya fokus pada cinta antara dua orang saja.

Kedua, perayaan Valentine mendorong perilaku yang tidak sesuai dengan Islam, seperti hubungan di luar nikah ataupun perbuatan zina. Padahal, Islam sangat menjunjung tinggi kedudukan dan martabat perempuan. Islam juga menganjurkan pernikahan dan membenci perbuatan zina.

Selain itu, Valentine juga tidak sesuai dengan akhlak muslim. Seorang muslim diajarkan untuk menghargai dan menghormati orang lain, tidak hanya pasangan. Bukankah lebih baik kita memperingati hari-hari yang ada dalam Islam seperti Maulid Nabi atau Hari Raya Idul Fitri?

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, kita harus menghindari perayaan Valentine dan lebih baik merayakan hari-hari keagamaan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Perayaan ini tidak hanya akan merusak akhlak muslim, tetapi juga akan merusak hubungan kita dengan Allah SWT.

Jadi, jika Anda ingin berbuat baik kepada orang yang Anda cintai, lakukanlah secara halal dan sesuai dengan ajaran Islam. Kita bisa memberikan hadiah atau merayakan cinta kita melalui kegiatan yang halal seperti membersihkan masjid secara bersama-sama, membagikan makanan kepada orang yang membutuhkan atau berkunjung ke rumah sakit dan memberikan bantuan kepada orang yang sedang membutuhkan.

BACA JUGA:   Nama-Nama Larangan dalam Islam: Berkah atau Benteng?

Dengan begitu, kita bisa tetap menunjukkan rasa cinta kita tanpa harus melanggar agama yang kita anut. Ingatlah bahwa agama Islam adalah agama yang menitikberatkan pada hubungan vertikal kita dengan Allah dan tidak membolehkan kerusakan pada hubungan horizontal kita dengan sesama manusia.

Jadi, jangan ikuti saja tren budaya yang tidak islami. Jadilah seorang muslim yang mengikuti ajaran Islam dengan sebaik-baiknya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Also Read

Bagikan: