Tata Cara Nikah dalam Islam: Pentingnya Kehadiran Wali Nikah dan Dua Orang Saksi Laki-Laki

Dina Yonada

Tata Cara Nikah dalam Islam: Pentingnya Kehadiran Wali Nikah dan Dua Orang Saksi Laki-Laki
Tata Cara Nikah dalam Islam: Pentingnya Kehadiran Wali Nikah dan Dua Orang Saksi Laki-Laki

Tata Cara Nikah dalam Islam

Menjadi Calon Pengantin: Syarat dan Ketentuan per Nikah Islam

Sebagai seorang Muslim, nikah merupakan suatu bentuk ibadah dan juga merupakan salah satu sunnah Rasulullah. Oleh karena itu, sebagai calon pengantin harus memperhatikan syarat-syarat pernikahan dalam Islam. Syarat-syarat tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Memiliki agama Islam sebagai keyakinan utama;
  • Memiliki akal yang sehat dan suasana hati yang tenang;
  • Memiliki sehat secara fisik dan juga psikis;
  • Memiliki izin dari kedua orang tua atau wali.
  • Perlu diperhatikan juga bahwa calon pengantin yang perempuan harus memiliki wali nikah, yaitu seorang pria yang memiliki hubungan kekerabatan dengan calon pengantin perempuan, seperti ayah atau kakek. Sedangkan bagi calon pengantin laki-laki, dapat langsung melakukan ijab kabul tanpa perlu meminta izin dari wali nikah.

    Proses Pernikahan dalam Islam

    Pernikahan dalam Islam memiliki proses yang terstruktur, tata cara yang diatur dengan jelas, serta dilakukan di hadapan dua orang saksi laki-laki yang memiliki akhlak baik. Proses atau tahapannya adalah sebagai berikut:

    Pertama, dilakukan akad nikah, yaitu dengan diucapkannya ijab oleh pihak wali pengantin perempuan atau yang mewakilinya. Ijab tersebut berisi permohonan untuk menikahkan calon pengantin perempuan kepada calon pengantin laki-laki.

    Kedua, pengantin laki-laki memberikan kabul atau jawaban bahwa ia menerima permohonan tersebut.

    Ketiga, dilakukan nota kesepahaman atau perjanjian nikah yang mengatur hak dan kewajiban serta harta yang dimiliki masing-masing pasangan selama pernikahan.

    Keempat, dilakukan walimatul ursy atau pesta pernikahan sebagai ungkapan rasa syukur atas terjadinya pernikahan, serta sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan bahagia kepada keluarga dan kerabat.

    BACA JUGA:   Menilik Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2005: Bolehkah Menikah Beda Agama?

    Penegasan Penting dalam Pernikahan Islam

    Perlu diingat bahwa pernikahan dalam Islam bukan hanya soal mengikat hubungan suami istri semata, melainkan juga mengikat hubungan keluarga. Oleh sebab itu, dalam membina rumah tangga, setiap pasangan harus memahami tugas dan kewajiban masing-masing, serta menjalankan peran dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

    Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS an-Nisa’ 1, yang berbunyi:
    “Hai manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) Nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

    Penutup

    Itulah tata cara nikah dalam Islam yang perlu dipahami oleh setiap calon pengantin Muslim. Proses tersebut dijalankan dengan tata cara yang baik dan diatur dengan jelas oleh agama Islam. Oleh sebab itu, pernikahan yang dilakukan dengan proses dan prinsip yang jelas dan benar dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hubungan suami istri dan juga dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

    Also Read

    Bagikan:

    Tags