Kewajiban Menutup Aurat Berlaku Bagi Muslimah

Huda Nuri

Kewajiban Menutup Aurat Berlaku Bagi Muslimah
Kewajiban Menutup Aurat Berlaku Bagi Muslimah

Sebagai seorang muslimah, kewajiban menutup aurat sudah menjadi hal yang harus dipegang teguh. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan gaya hidup yang semakin modern, seringkali nilai-nilai agama mulai terkikis dan kita mulai melupakan kewajiban kita sebagai seorang muslimah. Oleh karena itu, dalam artikel ini, saya akan membahas secara detail tentang kewajiban menutup aurat bagi muslimah dan mengapa hal itu sangat penting.

Apa Itu Aurat?

Sebelum membahas kewajiban menutup aurat, kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan aurat. Secara umum, aurat adalah bagian tubuh yang harus ditutupi oleh seorang muslimah atau muslim. Aurat bagi seorang muslimah meliputi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Namun, ada perbedaan pendapat di antara para ulama mengenai aurat bagi muslimah. Ada yang mengatakan bahwa aurat terbatas hanya pada bagian kewanitaan, yaitu dada dan kemaluan. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa seluruh tubuh seorang muslimah adalah aurat.

Kewajiban Menutup Aurat

Sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslimah untuk menutup auratnya ketika berada di depan umum atau berada di tempat umum. Hal ini tertuang dalam hadis Abu Dawud, yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad bersabda, "Setiap tubuh yang diluar dari tangan dan wajah itu aurat." Oleh karena itu, sebagai seorang muslimah, kita harus menutup aurat ketika bertemu dengan orang lain atau ketika berada di tempat yang dapat dilihat orang lain.

Selain kewajiban menutup aurat ketika berada di depan umum, juga ada kewajiban menutup aurat di hadapan keluarga atau mahram. Keluarga atau mahram adalah orang-orang yang dihalalkan oleh Islam untuk dijadikan pasangan hidup, seperti suami, ayah, kakak, atau paman. Dalam situasi ini, seorang muslimah boleh memperlihatkan auratnya.

BACA JUGA:   Arti Aurat Menurut Bahasa – Menjaga Kebijakan dalam Berpakaian

Menutup Aurat dengan Busana yang Sesuai

Menutup aurat tidak hanya sekedar menutup bagian tubuh yang harus ditutup, tetapi juga harus dilakukan dengan busana yang sesuai. Busana yang sesuai adalah busana yang tidak terlihat vulgar atau dalam artian lain, busana yang tidak terlalu ketat atau terlalu longgar. Selain itu, busana yang digunakan juga harus sesuai dengan tempat dan situasi yang ada.

Sebagai contoh, jika anda pergi ke masjid untuk sholat, sebaiknya anda menggunakan jilbab atau kerudung yang menutupi dada dan bahu. Jangan lupa juga untuk menggunakan celana yang longgar dan baju yang tidak terlalu ketat. Hal yang sama juga berlaku ketika anda pergi ke acara formal atau situsi resmi lainnya. Sebaliknya, jika anda pergi ke pantai, anda harus memilih busana yang sesuai dengan situasi pantai, seperti baju renang dan kaos oblong.

Menjaga Martabat Wanita

Kewajiban menutup aurat tidak hanya untuk menjaga kehormatan seorang muslimah, tetapi juga untuk menjaga martabat wanita. Dalam Islam, wanita dianggap sebagai perhiasan dunia, dan oleh karena itu kita harus menjaga kehormatan dan martabat diri kita melalui cara yang benar, seperti menutup aurat dan berpakaian yang sopan. Dengan menutup aurat, kita juga bisa menghindari pelecehan seksual dan tindakan diskriminatif terhadap seorang muslimah.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang kewajiban menutup aurat bagi seorang muslimah. Menutup aurat bukan hanya sekedar kewajiban agama, tetapi juga sesuatu yang sangat penting untuk menjaga martabat wanita. Oleh karena itu, sejak sekarang, kita harus mematuhi kewajiban menutup aurat dan menggunakan busana yang sesuai dengan situasi. Jangan lupa juga untuk selalu berpakaian sopan dan menjaga kehormatan diri kita sebagai seorang muslimah.

Also Read

Bagikan: